Ahad, 5 Mei 2013

BUDIDAYA ULAT HONGKONG



Ulat hongkong atau mealworm sangat bermanfaat untuk pakan alami bagi hewan reptil peliharaan dan beraneka macam jenis burung, terutama jenis kicauan. Ulat hongkong mengandung banyak protein dan kalori yang dibutuhkan burung. Cara penyajiannya juga bervariasi, ada yang diberikan ketika ulat masih berwarna putih, sedang ganti kulit, atau diberikan dalam bentuk kering. Budidaya ulat hongkong memiliki prospek cerah.

Hal-hal dasar budidaya ulat hongkong :
Sebelum memulai budidaya, sebaiknya mempersiapkan beberapa bahan yang akan digunakan. Misalnya kotak tempat menyimpan ulat. Wadah ulat ini bisa menggunakan kayu, atau kotak  plastik.

Berikutnya, menyiapkan pakan sekaligus media ulat hongkong untuk berkembang biak dan bertelur yaitu dedak atau bekatul. Dedak sekaligus berfungsi untuk mempertahankan kondisi kelembaban sehingga ulat hongkong tidak mudah mati.
Ulat hongkong yang akan dibudidaya sebaiknya dipilih yang dewasa, dengan jumlah tergantung kotak yang disediakan. Boleh juga menggunakan ulat hongkong yang sudah berubah menjadi kumbang (berwarna hitam).
Terakhir adalah mempersiapkan pakan untuk ulat-ulat ini. Ulat hongkong adalah larva yang memakan apa saja. Tetapi untuk tujuan ternak, dan menjaga agar ruangan tempat ia ditangkarkan tidak mudah berjamur, pakan yang diberikan dapat berupa sepotong roti, potongan kentang, atau potongan buah-buahan (terutama apel).
Setelah semua bahan sudah tersedia, sekarang kita berlanjut ke beberapa tahap berikut ini :
Masukkan dedak atau bekatul ke dalam kotak, kemudian ratakan pada bagian dasarnya kira-kira 2 cm. Setelah itu, masukkan ulat-ulat atau kumbang yang akan dibudidaya.
Proses berkembang biak ulat menjadi kumbang membutuhkan waktu yang lumayan lama. Karena itu, banyak peternak yang memulai budidaya dari kumbang agar prosesnya lebih cepat.

Pakan yang diberikan bisa berupa potongan kentang,  potongan buah apel, atau potongan sayur-sayuran.
Selanjutnya, kotak disimpan ditempat yang gelap dan hangat. Jangan lupa melakukan kontrol setiap hari, terutama untuk memeriksa ketersediaan pakan, sekaligus membersihkan sampah bekas makanan atau bekas kulit dari ulat hongkong.

Selamat mencoba...

Tiada ulasan:

Catat Ulasan